Apa Itu Penyakit Diabetes Inspidus? Berbahayakah Bagi Tubuh? | Dunia Informasi Kesehatan Apa Itu Penyakit Diabetes Inspidus? Berbahayakah Bagi Tubuh?


Apa itu diabetes inspidus? Mungkin kata itu masih agak asing di telinga anda. diabetes inspidus adalah suatu penyakit kekurangan hormon antideuretik. Hormone ini bekerja pada ginjal manusia sebagai pengatur kadar urin dalam tubuh. Jika terjadi sebuah gangguan pada ginjal dengan hormon antidueretik ini akan membuat produksi urin yang berlebih.

Sehingga anda akan sering mengalami kehausan karena terlalu banyak cairan yang keluar dalam tubuh. Diabetes inspidus berbeda dengan diabetes militus, pada diabetes inspidus penderita tidak mengalami kelebihan kandungan gula dalam darah seperti pada penderita diabetes militus.

Apa Itu Penyakit Diabetes Inspidus dan Berbahayakah Bagi Tubuh
diabetes inspidus

Gejala Diabetes Inspidus

Gejala awal diabetes inspidus terkadang tidak kita sadari. Gejala ini timbul secara perlahan dan bisa menyerang siapa saja tidak memandang umur dan jenis k*lamin. Gejala yang dapat terlihat adalah rasa haus yang berlebihan walaupun keadaan cuaca yang dingin. Ini dapat disadari dengan melihat kadar urin yang dikeluarkan dalam setiap harinya. Jika urin yang dikeluarkan setiap hari mencapai 5 sampai 10 liter, itu bisa menjadi gejala awal anda menderita diabetes inspidus. Selain itu anda akan sering mengalami rasa haus yang berlebihan. Pada anak-anak sering kali terdapat gejala demam, nafsu makan yang menurun, pertumbuhan yang terhambat dan masih banyak lainnya.

Melakukan Diagnosa Awal

Jika tubuh anda sudah sering mengalami gejala yang saya sebutkan diatas. Sebaiknya anda mencoba untuk langsung melakukan pemeriksaan di laboratorium. Pemeriksaan ini digunakan untuk mengetahui kandungan elektrolit dalam tubuh normal atau tidak. Selain itu pemeriksaan ini juga digunakan untuk mengetahui penyebab diabetes inspidus, apakah disebabkan oleh kecacatan ginjal dalam memproduksi hormon ADH, cacat dalam respon ginjal terhadap hormone ADH, atau dikarenakan asupan cairan yang berlebih. Selain ini pemeriksaan ini juga akan mengetahui berat urin. Jika anda mengalami gejala diabetes inspidus berat urin akan melebihi normal karena terlalu sering menahan buang air kecil.

Cara Mengobati Diabetes Inspidus

Ada dua jenis penyakit diabetes inspidus yaitu diabetes inspidus sentral dan diabetes inpsidus netrogenik. Diabetes setralis adalah penyakit diabetes inspidus yang disebabkan oleh kurangnya produksi hormone antideuretik pada ginjal. Sedangkan diabetes inpsidus netrogenik adalah penyakit diabetes inspidus yang disebabkan oleh ginjal yang tidak dapat merespon dengan baik hormon antideuretik yang mengakibatkan urin terlalu encer. Sehingga produksi urin akan berlebih. Setiap jenis mempunyai cara pengobatan yang berbeda-beda. Untuk diabetes inspidus sentaralis menggunakan terapi replacement untuk mengatur hormon ADH pada tubuh.
Sedangkan untuk jenis diabetes inspidus nitregenik menggunakan terapi cairan intake. Selain itu juga uji test obat yang memperngaruhi saraf pada ginjal tersebut.

Cara Mencegah Diabetes Inpsidus

Ada beberapa cara yang dapat anda lakukan untuk mencegah penyakit diabetes inspidus antara lain dengan cara olahraga teratur. Olahraga dapat membuat tubuh anda menjadi lebih sehat sehingga ginjal anda pun akan tetap sehat dan produksi hormon ADH tetap normal. Selanjutnya istirahat yang cukup dan kurangi begadang pada malam hari. Pada saat kita sering begadang kerja ginjal menjadi tidak normal. Selain itu juga hindari stress, terutama jika anda sering mengkonsumsi obat penenang atau obat tidur. Terlalu banyak mengkonsumsi obat akan membuat kerja ginjal menjadi tidak baik. Ginjal akan mengalami gangguan dalam memproduksi hormon ADH.

Sebelum anda mengalami penyakit diabetes isnpidus lebih baik anda mencegahnya terlebih dahulu. Atur pola makan dan juga menjaga hidup sehat. akan membuat tubuh dan stamina menjadi lebih kuat. Tubuh yang sehat tidak akan terserang penyakit yang berbahaya. Jika penyakit ini sudah sangat parah, anda perlu melakukan penyuntikan perangsang produksi hormon antideuretik. Sehingga produksi urin dalam tubuh bisa lebih terjaga.

Baca Juga Ini

[random][fbig1]
Powered by Blogger.
close