Selain Kehamilan, Hal ini Bisa Menjadi Penyebab Terlambatnya Haid | Dunia Informasi Kesehatan Selain Kehamilan, Hal ini Bisa Menjadi Penyebab Terlambatnya Haid


Selain Kehamilan, Hal ini Bisa Penyebab Terlambatnya Haid
Duniainformasikesehatan.com - Tahukah Anda, ternyata penyebab terlambatnya haid atau datang bulan tidak hanya disebabkan oleh kehamilan? Banyak sekali faktor lain yang bisa menyebabkan anda terlambat datang bulan, salah satu yang paling sering terjadi adalah mengalami stress.

Memang, jika terlambat haid (menstruasi) atau bahkan tidak mendapat haid merupakan hal yang biasa terjadi pada seorang wanita. Keadaan ini disebut dengan amenorea. Tidak mendapat menstruasi atau terlambatnya menstruasi jarang berhubungan dengan berbagai gangguan kesehatan berat, berkonsultasilah dengan dokter Anda mengenai hal ini.

Di bawah ini terdapat beberapa hal yang bisa menyebabkan menstruasi atau haid Anda datang terlambat, selain kehamilan tentu saja.

Stress

Stress mental dapat menyebabkan gangguan sementara fungsi hipotalamus. Hipotalamus merupakan suatu organ yang bertanggung jawab dalam pembentukan hormon selama siklus menstruasi. Gangguan pada hipotalamus ini dapat menyebabkan terhentinya ovulasi (terlepasnya sel telur dari ovarium) dan menstruasi untuk sementara waktu. Siklus menstruasi Anda biasanya akan kembali normal setelah stress Anda berkurang.

Sindrom Ovarium Polikistik

Salah satu hal yang sering menyebabkan terjadinya amenorea adalah sindrom ovarium polikistik. Sindrom ovarium polikistik terjadi saat tubuh memproduksi terlalu banyak hormon estrogen dan androgen, melebihi kebutuhan hormon estrogen dan progesteron yang diperlukan untuk proses ovulasi.

Saat proses ovulasi gagal terjadi, kantong berisi cairan ini akan terus terbentuk di dalam ovarium (indung telur). Beberapa gejala dari sindrom ovarium polikistik adalah siklus menstruasi yang abnormal (volume darah yang keluar sangat banyak) atau tidak mendapat menstruasi sama sekali, jerawat, obesitas, kemandulan, dan pertumbuhan rambut wajah yang berlebihan.

Kontrasepsi

Seorang wanita yang mengkonsumsi pil KB mungkin tidak mendapat menstruasi. Bahkan setelah ia berhenti menggunakan pil KB, siklus menstruasi baru akan kembali normal atau teratur dalam waktu 6 bulan. KB implant atau suntik atau pemasangan spiral juga dapat menyebabkan terjadinya amenorea.

Tumor Pituitari

Kelenjar pituitari merupakan suatu kelenjar berukuran sebesar kacang yang terdapat di dalam otak dan berfungsi untuk menghasilkan beberapa jenis hormon. Sebuah tumor non kanker pada kelenjar pituitari dapat menyebabkan berlebihannya produksi hormon prolaktin, yang dapat mengganggu pengaturan siklus menstruasi. Tindakan pembedahan mungkin diperlukan untuk mengatasi keadaan ini.

Berat Badan Kurang dan Olahraga Berlebihan

Seorang wanita dengan berat badan yang sangat kurang dapat mengalami gangguan fungsi hormon yang menyebabkan berkurangnya proses ovulasi. Hal ini biasanya terjadi pada para wanita yang menderita anoreksi nervosa atau bulimia nervosa.

Selain itu, wanita yang mengikuti kegiatan olahraga dengan intensitas berat, seperti balet, gimnastik, dan berlari juga dapat mengalami gangguan siklus menstruasi (menstruasi tidak teratur).

Hipotiroidisme

Suatu gangguan kesehatan, hipotiroidisme juga dapat menyebabkan terjadinya amenorea. Hipotiroidisme merupakan suatu keadaan di mana kelenjar tiroid tidak memproduksi cukup hormon tiroid yang diperlukan oleh tubuh untuk menjalankan fungsinya. Gangguan kelenjar tiroid dapat menyebabkan tubuh memproduksi terlalu banyak atau terlalu sedikit hormon prolaktin. Perubahan kadar hormon prolaktin dapat mengganggu siklus menstruasi Anda.

Sumber : Dokter.id

Baca Juga Ini

[random][fbig1]
Powered by Blogger.
close